Senin, 22 November 2010

1. Proxy Server

Ada beberapa kalimat yang menjelaskan apa sebenarnya proxy server itu. Proxy server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainya untuk melakukan request terhadap content dari internet dan intranet
Proxy server bertindak sebagai gateway terhadap dunia internet untuk setiap komputer client. Dalam menjalankan tugasnya proxy server tidak terlihat oleh komputer client sebagai contoh saat seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Web server yang menerima request dari Proxy server akan menginterpresentasikan request-request tersebut seolah-olah datang secara langsung dari komputer client, bukan dari proxy server.
Proxy server dalam suatu jaringan memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai Connection sharing, filtering, dan caching.
a. Connection Sharing
Dalam suatu jaringan lokal yang terhubung ke jaringan lain atau internet, pengguna tidak langsung berhubungan dengan jaringan luar atau internet, tetapi harus melewati suatu gateway, yang bertindak sebagai batas antara jaringan lokal (privat) dan jaringan luar (publik). Gateway ini sangat penting, karena jaringan lokal harus dapat dilindungi dengan baik dari bahaya yang mungkin berasal dari internet, dan hal tersebut akan sulit dilakukan bila tidak ada garis batas yang jelas antara jaringan lokal dan internet. Gateway juga bertindak sebagai titik dimana sejumlah koneksi dari pengguna lokal akan terhubung kepadanya, dan suatu koneksi ke jaringan luar juga terhubung kepadanya. Dengan demikian, koneksi dari jaringan lokal ke internet akan menggunakan sambungan yang dimiliki oleh gateway secara bersama-sama (connection sharing). Dalam hal ini, gateway adalah juga sebagai proxy server, karena menyediakan layanan sebagai perantara antara jaringan lokal dan jaringan luar atau internet. singkatnya : 1 IP public dapat digunakan oleh banyak user, ( IPv4 sudah hampir habis dipakai….mari kita migrasi ke IPv6 ….. ) selain itu juga untuk melindungi jaringan dalam dari serangan luar.
b. Filtering
merupakan sebuah usaha pengamanan atau pembatasan sehingga dengan adanya filtering sebuah proxy server dapat mengamankan dan membatasi hak akses client pada jaringan privat. Jadi meskipun mula-mula dibuat sebagai cache nonsekuriti, tujuan utama proxy server sekarang menjadi firewalling. Proxy server memperbarui request layanan pada jaringan eksternal atas nama client mereka pada jaringan private. Ini secara otomatis menyembunyikan identitas dan jumlah client pada jaringan internal dari jaringan eksternal. Karena posisi mereka di antara client internal dan server publik, proxy juga dapat menyimpan content yang sering diakses dari jaringan publik untuk mengurangi akses ke jaringan publik tersebut. Kebanyakan implementasi nyata proxy sekuriti meliputi pemfilteran paket dan Network Address Translation untuk membangun firewall yang utuh. Teknologi tersebut dapat digabungkan dengan proxy untuk menghilangkan serangan yang terhadapnya proxy rentan.
c. Caching (Internet Object caching)
adalah suatu cara untuk menyimpan hasil permintaan internet-object. (seperti: data yang ada dari HTTP, FTP, dan ghoper protokol) untuk membuat sistem dekat dengan permintaan daripada ke sumber aslinya. Web browser dapat menggunakan lokal squid cache sebagai proxy HTTP server, ini akan mengurangi waktu akses seperti halnya penghematan bandwidth. Dengan kata lain sebuah client tidak harus melakukan kontak dengan server untuk meminta layanan akan tetapi client dapat mendapatkan layanan (data) yang sudah tersimpan pada proxy server, dengan hal ini maka akses akan semakin cepat.
2. Squid
Squid adalah software publik domain berbasis UNIX. fungsi dari squid adalah meng-‘cache’ atau menyimpan data yang diminta oleh pengguna (komputer client) biasanya berupa web pages dan FTP. Platform UNIX yang di support oleh Squid adalah FreeBSD, BSDI, Digital Unix, Irix, Linux, Solaris dan SunOs. Tidak semua data bisa di cache oleh Squid, data-data yang bersifat dinamik seperti CGI-BIN tidak di cache oleh Squid, jadi tiap kali ada permintaan CGI-BIN, maka Squid akan menghubungi langsung server tujuan. Saat ini protokol yang bisa dilayani oleh Squid adalah HTTP, FTP, Gopher, dan Wais.
3. NAT (Network address translation)
Network Address Translation atau yang biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan. Dengan NAT, suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil. Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau mengurangi jumlah komputer tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer client secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer client. Gateway NAT juga mampu membatasi akses ke internet, selain juga mampu mencatat semua traffic baik dari dan ke internet. Overall, dengan segala kelebihan gateway NAT tersebut, admin jaringan akan sangat terbantu dalam melakukan tugas-tugasnya.

Jumat, 15 Oktober 2010

instalasi linux

Panduan Installasi Linux Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex pada CD Alternate

Panduan Installasi Linux Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex pada CD Alternate sangat mudah, pertama masukkan CD Installasi Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex ke dalam drive CD-ROM dan pastikan sudah mengeset BIOS dengan mode first booting melalui CD-ROM maka akan muncul layar sebagai berikut :
002
Secara default akan memilih pilihan bahasa yaitu Bahasa Inggris (English) kemudian tekan ENTER maka akan muncul tampilan layar boot menu Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex
01
Pilih “Install Ubuntu” untuk melakukan installasi Linux Ubuntu.
Selanjutnya akan di minta menentukan pilihan bahasa selama melakukan installasi.
02
Selanjutnya akan muncul pilihan negara lokasi dimana anda tinggal saat ini, untuk memilih negara Indonesia, pilih Other ===> Asia ====> Indonesia. Memilih negara yang sesuai, akan mempengaruhi repository terdekat yang akan anda gunakan (default).
03
Kemudian muncul tipe pilihan keyboard yang akan anda gunakan, jika di pilih “Yes” maka akan di minta untuk menekan beberapa tombol karakter keyboard yang anda miliki. Jika memilih “No” maka anda bisa memilih type keyboard dari daftar yang di berikan. Dan agar lebih cepatnya sebaiknya pilih “No” kemudian tekan ENTER.
04
Selanjutnya installer Ubuntu akan melakukan loading tool-tool dan paket yang di perlukan untuk melakukan pendeksian hardware, seperti proses berikut di bawah ini.
05
Kemudian installer ubuntu pertama kali akan medeteksi kartu jaringan (Network Ethernet Card) yang sudah terpasang di PC anda. Klik Continue untuk melanjutkan.
06
Maka akan muncul halaman hostname untuk menentukan nama komputer yang di inginkan, dalam hal ini adalah “server1”. Kemudian klik Continue atau ENTER untuk melanjutkan.
07
Berikutnya adalah menentukan Time Zone, jika di awal pemilihan negara di pilih Indonesia, maka akan muncul empat pilihan Time Zone sebagai berikut :
Waktu Jakarta = +7, Waktu Pontianak = +8, Waktu Makassar = +9, Waktu Jayapura = +10
08
Tekan ENTER untuk memilihnya, kemudian tahap berikutnya adalah pembagian harddisk (Partition Disks). Ada beberapa metode dalam melakukan partisi Harddisk.
partition
Jika sudah selesai melakukan partisi harddisk dengan benar dan sudah sesuai yang diinginkan, Pilih “Done setting up the partition” kemudian klik tombol ENTER dari keyboard.
Kemudian akan muncul halaman konfirmasi, apakah benar-benar yakin akan melakukan partisi harddisk, dan jika sudah yakin pada pertanyaan “ Write the changes to disks?” pilih “Yes” kemudian tekan tombol ENTER dari keyboard.
15
Tunggu beberapa saat, installer ubuntu akan melakukan installasi paket-paket dari sistem ubuntu
16
Dan selanjutnya akan di minta untuk memberikan nama lengkap user yang di inginkan, dalam hal ini nama usernya adalah “Administrator”
17
Selanjutnya akan di minta untuk mengetikkan akun user yang di inginkan yang nantinya akan di gunakan untuk login ke sistem Linux ubuntu. Dalam hal ini user account “administrator”
18
Kemudian masukkan password untuk user account administrator tadi, bisa menggunakan kombinasi huruf dan angka atau apapun dan sebaiknya yang mudah mengingatnya.
19
Masukkan sekali lagi password yang sama untuk user account administrator tadi
20
Kemudian akan di tanya apakah akan membuat sebuah folder khusus yang di enkripsi di dalam direktori home anda yang yang hanya bisa akses oleh anda saja. Jika di pilih “Yes” akan di minta memasukkan passphrase untuk melindungi direktori tersebut dari orang lain yang tidak berkepentingan. Sebaiknya pilih “No” agar tidak kesulitan.
211
Selanjutnya akan di minta untuk memasukkan alamat proxy yang digunakan jika sekiranya menggunakan proxy, dan bila tidak ada sebaiknya di kosongin saja dan langsung pilih Continue atau tekan tombol ENTER dari keyboard.
22
Jika terhubung ke internet installer akan melanjutkan dengan installasi paket-paket tambahan dari lokasi server terdekat sesuai yang pilih.
23
Jika tidak terhubung ke internet installer akan melanjutkan dengan installasi paket-paket tambahan melalui CD installer.
24
Kemudian installer ubuntu akan melakukan beberapa pendeksian dan konfigurasi secara otomatis. Jika pada komputer anda terdapat sistem operasi lain maka installer akan meminta konfirmasi sebelum melakukan installasi boot loader di MBR (Master Boot Record). Sebaiknya anda menginstall grub di MBR. Pilih “Yes” kemudian tekan ENTER untuk installasi Master Boot Record.
25
Proses installasi Grub boot loader sedang berjalan dan tunggu beberapa saat.
261
Jika tidak ada masalah, maka selesailah proses installasi Ubuntu 8.10 Interpid Ibex menggunakan CD Alternate ini.
27
Pilih Continue atau tekan tombol ENTER dari keyboard untuk melakukan reboot dan pastikan sudah mengeluarkan CD Installer Ubuntu 8.10 Interpid Ibex dari drive CD-Rom anda.
Setelah komputer anda restart maka akan muncul proses loading ubuntu sebagai berikut dan tunggu beberapa saat hingga proses selesai.
28
Setelah proses loading selesai maka akan muncul halaman desktop Linux Ubuntu 8.10 Interpid Ibex seperti gambar di bawah ini. Kemudian masukkan username yang sudah di buat pada waktu installasi tadi yaitu administrator kemudian tekan tombol ENTER dari keyboard.
29
Selanjutnya akan di minta memasukkan password milik administrator kemudian tekan tombol ENTER dari keyboard
30
Kemudian untuk melakukan konfigurasi dan installasi paket-paket Billing Hotspot masuk ke menu Terminal atau konsole yaitu dari menu “Application ===> Accessories ==> Terminal”
31
Setelah masuk “Terminal” ketikkan perintah
sudo bash
Kemudian masukkan password root anda
Langkah selanjutnya adalah mengganti IP Address komputer yang tadinya DHCP menjadi IP Static, misal merubah IP Address Komputer anda menjadi 192.168.1.2 maka ketikkan perintah sebagai berikut :
vim /etc/network/interfaces
Maka akan muncul baris seperti berikut :
#The loopbask network interface
auto eth0
iface eth0 inet dhcp
Dirubah menjadi seperti dibawah ini dan ini biasanya digunakan untuk Billing Hotspot integrasi Mikrotik sehingga cukup menggunakan 1 (satu) ethernet card saja.

#auto eth0
#iface eth0 inet dhcp

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0

Bila menggunakan Billing Hotspot tanpa mirkotik biasanya harus menggunakan 2 (dua) ethernet card, satu IP Static dan satunya DHCP maka konfigurasinya akan terlihat sebagai berikut :
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.1

auto eth1
iface eth1 inet dhcp

Kemudian simpan konfigurasi tersebut dengan cara mengetikkan perintah :
Tekan tombol Shift : + Esc + x kemudian tekan tombol ENTER dari keyboard.
Setelah itu anda restart network anda dengan mengetikkan perintah :
/etc/init.d/networking restart
Jika perubahan konfigurasi anda benar maka tidak ada muncul pesan error.